Tempat Isolasi di Rumah Angker
Sragen - Pemerintah Kota. Pemerintah kota Sragen akan meng-karantina pemudik yang nekat datang di sragen akan di tempatkan di rumah angker. Rumah angker tersebut beralamatkan di Omah Londo, Gondang, Sragen.
Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan langkah tersebut diambil untuk mengatasi pemudik yang nekat datang di Sragen. Masa karantina ditempatkan dirumah angker karena menurut beliau masih banyak orang Indonesia yang takut dengan hantu.
Bupati Sragen mengatakan datangnya ide tersebut karena ada laporan dari warga bahwa ada pemudik yang bandel melanggar aturan. Pemudik tersebut tidak melakukan karantina mandiri selama 2 minggu di rumah, melainkan dia justru sering berpergian di luar rumah.
"Waktu saya cek disalah satu posko, petugas posko bertanya ke saya ibu kalau ada pemudik kami tidak komitmen bagaimana? Keputusan apapun kalau ada bisa kami lakukan? Kemudian saya bilang kalau dia tidak komitmen lagi ada rumah kosong enggak ini disini. Ide itu muncul, kita lihat bersihkan kalau ada pemudik nakal lagi masukkan situ" jelas Bupati Sragen diacara Mata Najwa, trans7 (Rabu, 4 April 2020)
Alasan untuk mwngurung pemudik Sragen dirumah angker agar mereka kapok karena telah melanggar aturan. Hal tersebut dinyatakan ampuh karena sudah ada pemudik yang sudah dikarantina ditempat angker tersebut kapok dan meminta segera dikeluarkan dari rumah angker tersebut.
Harus dibuat kapok masyarakat yang telah melanggar komitmen itu. Masih banyak orang Indonesia takut dengan hal-hal mistis terutama hantu. Rumah angker yang berada di desa Sepat, Masaran itu terkenal angker karena bangunan tersebut dibangun pada masa penjajahan Belanda. Tidak sedikit warga yang melihat oenampakan hantu di rumah kosong tersebut. Pemerintah membuat peraturan baru tentang karantina pemudik yang datang di sragen biar memamng harus dibuat jera dengan komitmen itu. Para oemudik ketika pulang agar tidak membawa penyakit. Bupati Sragen juga meminta teman-teman desa untuk aktif, karena orang yang nekat itu harus di punishment. Kebetulan di desa Sepat ada rumah kosong maka dipakailah itu rumah untuk karantina, nyatanya para pemudik tidak betah dan merasa ketakutan. Maka mereka meminta petugas untuk memulangkan mereka dan akan berkomitmen mematuhi anjuran pemerintah untuk bisa pulang ke rumah dan melanjutkan karantina mandiri.
Harus dibuat kapok masyarakat yang telah melanggar komitmen itu. Masih banyak orang Indonesia takut dengan hal-hal mistis terutama hantu. Rumah angker yang berada di desa Sepat, Masaran itu terkenal angker karena bangunan tersebut dibangun pada masa penjajahan Belanda. Tidak sedikit warga yang melihat oenampakan hantu di rumah kosong tersebut. Pemerintah membuat peraturan baru tentang karantina pemudik yang datang di sragen biar memamng harus dibuat jera dengan komitmen itu. Para oemudik ketika pulang agar tidak membawa penyakit. Bupati Sragen juga meminta teman-teman desa untuk aktif, karena orang yang nekat itu harus di punishment. Kebetulan di desa Sepat ada rumah kosong maka dipakailah itu rumah untuk karantina, nyatanya para pemudik tidak betah dan merasa ketakutan. Maka mereka meminta petugas untuk memulangkan mereka dan akan berkomitmen mematuhi anjuran pemerintah untuk bisa pulang ke rumah dan melanjutkan karantina mandiri.
