Selasa, 14 Juli 2020

Praktik mocroteaching di masa pandemi


25 Maret 2020

Gondang (Sragen) – Seorang mahasiswa UMS bernama Hesti ratnasari melakukan praktek mengajar microteaching secara daring. Hesti melakukan praktek mengajar sebagai tugas mata kuliah microteaching di rumah dan mengajak teman-temannya sebagai muridnya,
Di era covid-19 ini semua pembelajaran baik pembelajaran di sekolah maupun di sekolah dilakukan secara daring atau dalam jaringan. Tidak ada pembelajaran tatap muka. Begitu pula yang dialami salah satu mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Surakarta bernama Hesti ratnasari. Dia sudah mencapai pada semester 6 dan ketika menempuh semester 6 mendapatkan mata kuliah microteaching. Microteaching merupakan kegiatan praktek mengajar kecil yang dilakukan di kelas sebagai persiapan untuk menjadi seorang pendidik atau sering disebut dengan guru dan praktek sebenarnya di sekolah. Biasanya praktek microteaching dilaksanakan di laboratorium khusus microteaching yang berada pada kampusnya. Namun pada masa pandemi ini perkulihan diliburkan sementara dan perkuliahan hanya dilaksanakan melalui media sosial whatsapp.
Namun ketika masa pandemi mahasiswa tidak bisa berjumpa di kampus untuk melaksanakan praktek mengajar microteaching. Menurut narasumber, Hesti ratnasari mengatakan bahwa dosen telah memberikan tugas menyusun perangkat pembelajaran lalu juga membuat sebuah video praktek mengajarnya lalu di unggah pada media youtube. Untuk penilaian tugasnya yaitu dosen menilai video yang diunggah mahasiswa pada laman youtube. Selain dosen yang menilai, teman sekelasnya juga ikut serta menilai kelamahan, kelebihan, serta memberikan masukan pada video praktek mengajar yang telah dibuat oleh mahasiswa.
Ketika melaksanakan praktek mengajar microteaching narasumber yang berperan sebagai guru harus menggunakan seragam. Seragamnya berupa baju putih, rok berwarna hitam, serta menggunakan jilbab yang berwarna hitam pula, karena agar terlihat rapi layaknya sudah menjadi guru sungguhan. Tetapi untuk yang menjadi sebagai siswanya boleh berpakaian bebas asal sopan. Ketika itu dosen menentukan yang menjadi murid minimal tiga orang. Praktek mengajar menggunakan media seadanya yaitu berupa laptop dan kertas yang berisi materi. Tidak seperti ketika melakukan praktek mengajar di lab microteaching yang terdapat fasilitas yang mendukung yaitu terdapat proyektor, papan tulis yang akan membantu ketika melaksanakn praktek mengajar.
Pada saat proses pembuatan video praktek mengajar terdapat hambatan pula, yaitu perihal tempat yang kurang efektif karena hanya dilakukan dirumah saja sehingga mahasiswa tidak bisa leluasa mengajar seperti di sekolah. Selain itu juga kendala pada sinyal, yaitu susahnya mengunggah video pada youtube karena sinyal yang lemah.
Tetapi walaupun perkuliahan dilaksanakan secara daring, dosen juga masih memberikan materi yang lengkap kepada mahasiswa yaitu membagikan materi pada grub masing-masing kelas. Sehingga walaupun tidak bisa kuliah tatap muka mahasiswa juga masih mendapatkan ilmu dari materi yang telah dosen bagikan.